• 17

    Apr

    Dinda (tak) harus minta maaf!

    Beginilah karakter masyarakat bangsa kita; mudah terpropokasi pada ‘kasus’ yang tanpa ditimbang lagi salah-benarnya. Langsung men-judge seenak udel. Maksud saya, tanpa melihat porsinya salah bangettt atau salah aja. Sama halnya ketika seorang wanita berteriak “malingggggg…” di sebuah pasar tradisional pada pagi hari yang begitu ramai. Sontak semua orang pasti akan menoleh kearahnya, mau itu tukang becak, ojek, kuli panggul, juragan beras, kantib pasar, dokter yang kebetulan lagi belanja, atau mahasiswa yang sedang nganter ibunya beli sayur. Seketika itu juga, mereka semua bisa saja begitu melihat ada laki-laki muka sangar, gembel dan bertampang mirip copet. Langsung dihantam tanpa ampun ramai-ramai sampai bonyok. Sekilas begitu kira-kira gambaran mengapa bang
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post