• 29

    Apr

    Hari selasa tenang!

    Tidak banyak suara hingar terdengar di kantor. Tidak dari tetangga sebelah, tetangga depan, termasuk hingar dari dering HP karena sudah 2hari, ia mati total. Maka atas semua kesepian tersebut.. hari ini, saya namai: Selasa tenang. Meskipun begitu, hanya ada satu artikel yang berhasil saya buat, selain membantu menyelesaikan rubrik yang di tulis Pak Bos 1 untuk editorial dan abstrak. Sedang sisa waktu lainnya saya gunakan untuk merancau di wall FB, memanipulasi pikiran teman yang membaca unggahan status yang saya buat soal gema pesta demokrasi yang belum usai, dan belum ketahuan siapa yang akhirnya bisa melenggang mulus ke Senayan. Hehe…Tapi, semua orang juga begitu. Maksud saya, semua orang juga menginginkan calon terbaik (pilihannya) yang memimpin negeri ini kelak. Sisa s
  • 20

    Apr

    Liburan, saya lagi rajin sekali!

    Minggu yang cerah - masih dalam rangkaian long weekend. Jum’at kemarin, angka 18 berbubuh warna merah di kalender, lalu nyambung ke sabtu juga minggu. Dan saya lagi malas menulis hari ini-hari terakhir libur. Tetap malas karena tidak ada yang menarik untuk saya ‘memory’kan. Intinya, liburan tiga hari ini saya ngak kemana-mana. Tapi, kadung janji pada diri sendiri untuk sebisa mungkin kalau ada waktu senggang yang ngak dibuat-buat sibuk. Saya harus memposting tulisan apa saja di blog. Itung-itung latihan dis...
  • 17

    Apr

    Dinda (tak) harus minta maaf!

    Beginilah karakter masyarakat bangsa kita; mudah terpropokasi pada ‘kasus’ yang tanpa ditimbang lagi salah-benarnya. Langsung men-judge seenak udel. Maksud saya, tanpa melihat porsinya salah bangettt atau salah aja. Sama halnya ketika seorang wanita berteriak “malingggggg…” di sebuah pasar tradisional pada pagi hari yang begitu ramai. Sontak semua orang pasti akan menoleh kearahnya, mau itu tukang becak, ojek, kuli panggul, juragan beras, kantib pasar, dokter yang kebetulan lagi belanja, atau mahasiswa yang sedang nganter ibunya beli sayur. Seketika itu juga, mereka semua bisa saja begitu melihat ada laki-laki muka sangar, gembel dan bertampang mirip copet. Langsung dihantam tanpa ampun ramai-ramai sampai bonyok. Sekilas begitu kira-kira gambaran mengapa bang
  • 16

    Apr

    08.00 Am

    Rabu pagi - kantor ramai sekali. Lebih ramai dari hari biasanya, karena di lantai 3, pukul 9 AM nanti bakal ada rapat perusahaaan membahas RUPS. Saya melihat muka-muka baru, para pemilik saham di perusahaan tempat saya bekerja. Saya perkirakan hampir semua dari mereka bergelar dokter hewan. Para dokter yang ramah dengan senyuman, meskipun saya juga muka baru bagi mereka (karena masa kerja saya belum genap 2 bulan disini), tapi mereka tetap ramah, menyapa. dan saya pun menghormati mereka dengan membalas senyum dan sapaannya. Tapi, ada muka yang akhir-akhir ini terlihat tidak ramah. Beberapa kali saya menangkap dia memalingkan muka ketika tatapan kami tidak sengaja beradu. Ini bukan pressure bagi saya si pegawai baru, meskipun saya berkata I don’t care, because I‘d not feel both
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post